Hidup Itu Nikmat, tapi Kamunya kok Gak Mau?

 

innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib (maa) suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Ar-Ra’d: 11)

Mengetahui keberadaan ayat itu, aku jadi merasa kalau mau hidup enak itu susah. Maksudnya susah mencapai ke-enak-an bagi yang berasal dari tidak berada alias miskin. Mengapa? Karena mereka harus mengubah nasib mereka sendiri tentu dengan kerja keras. Maka yang hidupnya paling enak nan nikmat ya yang keturunan orang kaya, dan itu rasanya seperti tidak adil.

Berarti aslinya itu kita semua hidup dengan penuh kenikmatan, Allah menganugerahkan itu kepada semua makhluk-Nya. Namun kita, maksudnya sebagian dari kita—atau pokoknya ada-lah—yang menolak. Menolak dalam arti secara sadar atau tidak sadar mereka mengada-ngadakan masalah, hingga malah menggiring diri mereka sendiri kepada siksaan atau derita..

Komentar